Celakalah manusia Pengumpat lagi pencela Berlumurkan harta benda Dan selalu menghitungnya Tiada pernah mendermakan Untuk amal kebajikan Rizki yang ia dapatkan Hanya untuk kesenangan
Begitulah manusia Yang cinta kepada harta Agama di dustakannya Karena tamak dan loba Bersenang senang lupa daratan Tak perduli lagi haram sampai melupakan Tuhan Mengikuti langkah setan
Wahai para hartawan Hartamu hanya titipan Amanat dari Tuhan Yang harus kau sampaikan
Tolonglah pada mereka Yang tiada tentu rizkinya Si miskin yatim piatu Santunilah mereka
Tidakkah engkau merasa Laparnya orang tak makan Sungguh kau tiada beriman bila tiada belas kasihan Tuhanpun pasti menanyakan Harta yang engkau dapatkan Dimanakah kau habiskan Di jalan Tuhan atau setan
.
BalasHapusNUR HALIMAH HARTAMU AMANAT TUHAN
Celakalah manusia
Pengumpat lagi pencela
Berlumurkan harta benda
Dan selalu menghitungnya
Tiada pernah mendermakan
Untuk amal kebajikan
Rizki yang ia dapatkan
Hanya untuk kesenangan
Begitulah manusia
Yang cinta kepada harta
Agama di dustakannya
Karena tamak dan loba
Bersenang senang lupa daratan
Tak perduli lagi haram
sampai melupakan Tuhan
Mengikuti langkah setan
Wahai para hartawan
Hartamu hanya titipan
Amanat dari Tuhan
Yang harus kau sampaikan
Tolonglah pada mereka
Yang tiada tentu rizkinya
Si miskin yatim piatu
Santunilah mereka
Tidakkah engkau merasa
Laparnya orang tak makan
Sungguh kau tiada beriman
bila tiada belas kasihan
Tuhanpun pasti menanyakan
Harta yang engkau dapatkan
Dimanakah kau habiskan
Di jalan Tuhan atau setan